Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah berkontur atau tanah yang memiliki elevasi berbeda. Secara singkat dinding penahan merupakan dinding yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas struktur atau bangunan yang dibuat. Bangunan dinding penahan umumnya terbuat dari bahan kayu, pasangan batu, beton hingga baja. Bahkan kini sering dipakai produk bahan sintetis mirip kain tebal sebagai dinding penahan tanah
Pembangunan dinding penahan tanah, bertujuan untuk menjaga infrastruktur maupun rencana infrastruktur tetap aman terhadap guling, geser dan daya dukung tanah sepanjang garis dinding penahahan tanah tersebut dalam waktu yang lama (kuat secara struktur) merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan untuk melindungi infrastruktur dari kegagalan fungsinya. Dinding penahan dapat dikatakan aman apabila dinding penahan tersebut telah diperhitungkan faktor keamanannya, baik terhadap bahaya pergeseran, bahaya penggulingan, kemampuan daya dukung tanah, dan patahan tubuh konstruksi.
Dalam bidang geoteknik, salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh seorang geotechnical engineering dalam melakukan desain struktur adalah untuk menghasilkan suatu desain yang aman dan ekonomis (Khajehzadeh, 2011). Dalam analisis stabilitas retaining wall, struktur harus didesain untuk mampu bekerja dengan aman terhadap geser, guling, daya dukung atau kapasitas izin, dan stabilitas lereng secara keseluruhan (Setiawan, 2011). Proses optimasi akan sangat mempermudah dan mempercepat pengerjaan untuk memperoleh desain yang paling optimal.
Dalam prosedur proses optimasi, hal-hal yang menjadi batasan dalam melakukan desain akan tetap dalam kontrol dan dijadikan acuan untuk memperoleh desain serta harga secara keseluruhan struktur retaining wall yang paling optimal (Khajehzadeh, et al., 2010). Suatu penyelesaian proses optimasi dibantu dengan menggunakan metode perhitungan master excel Retaining Wall Beton dengan input data-data dasar untuk memperoleh hasil pendekatan yang mendekati hasil eksak atau hasil sesungguhnya (Blum & Roli, 2003). Metode perhitungan ini untuk mengontrol batasan-batasan yang ada saat melakukan suatu desain sehingga diperoleh hasil yang optimal, ekonomis, dan tetap memenuhi syarat aman.
Konstruksi yang aman dan memenuhi standar yang harus dipakai dalam pembuatan atau perencanaan dinding penahan tersebut karena kondisi tempat tersebut rawan akan longsor. Dilihat dari jenis tanahnya yang basa bisa juga akan mengakibatkan keruntuhan yang terjadi pada dinding penahan tanah kalau tidak direncanakan dengan baik. Sebagai studi kasus dalam analisis ini ialah dinding penahan pada jalan akses Quarry-Maindam di Proyek Pembangunan Bendungan Bener Paket 4.
Dari latar belakang diatas, penulis dapat mengidentifikasi masalah yaitu apakah dinding penahan tahan dan aman terhadap guling, geser dan daya dukung tanah pada pada jalan akses Quarry-Maindam di Proyek Pembangunan Bendungan Bener Paket 4. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan dimensi dinding penahan tanah pada kegiatan pembangunan dinding penahan tanah kantilever, Mengetahui stabilitas dinding penahan tanah kantilever terhadap guling, geser dan daya dukung tanah, Mengetahui Anggaran biaya yang diperlukan dalam kegiatan pembangunan dinding penahan tanah kantilever.
- Pengajar: 013B NOEVRI MICHAELS YOENOES
- Pelajar terdaftar: Tidak ada siswa yang mendaftar pada kursus ini