Proyek Bendungan Jenelata terletak di dekat Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Lokasi bendungan terletak di Sungai Jenelata dan hulu pertemuan Sungai Jenebarang dan Sungai Jenelata. Proyek bendungan jenelata merupakan bendungan dengan tipe CFRD (Concrete Faced Rockfill Dam) dengan tinggi bendungan mencapai 62.80 m, panjang puncak bendungan 1.525 Km (Kiri = 713 M, Kanan = 691 M) dan Lebar puncak bendungan adalah 10 m. Manfaat utama bendungan jenelata adalah Mengendalikan banjir Sungai Jenelata dari 1.800 m3/dtk menjadi 686 m3/dtk, pasokan air irigasi dengan total area 26.773 Ha, air baku 6,05 m3, pembangkit listrik tenaga 7 Mw, serta pariwisata dan kuliner. Pada pembangunan bendungan jenelata, terdapat sungai jenelata yang membagi segmen pekerjaan antara maindam kanan (Right bank) dan maindam kiri (Left bank). Terbaginya segmen ini, tentunya diperlukan jembatan penghubung agar pekerjaan dari kedua segmen bisa berjalan dengan lancar. Pada tahap perencanaan tahun 2019, sesuai dalam breakdown BOQ (Bill of Quantity) item 1.02 Construction, maintenance, and subsequent removal of temporary access road including temporary bridges and river crossings direncanakan bahwa jembatan sementara akan menggunakan tipe jembatan bailey bridge dengan bentang 60 meter dengan jumlah 2 unit (hulu-hilir) sebagai sarana akses penyeberangan sungai. Hal ini didasarkan pada penampang sungai pada tahun 2019 sebesar 60 meter. Jembatan sementara ini akan digunakan sebagai mobilisasi kendaraan berat selama pelaksanaan konstruksi Bendungan Jenelata dengan diperhitungkan beban tiap truk yang melewati jembatan sebesar 51 ton. Struktur pondasi jembatan bailey 2x60 meter ini akan menggunakan 2 abutmen pada sisi tepi sungai kanan kiri dan dibagian tengah bentang (tengah sungai) akan menggunakan pondasi pier sebagi penopang jembatan.
- Pengajar: 013B NOEVRI MICHAELS YOENOES
- Pelajar terdaftar: Tidak ada siswa yang mendaftar pada kursus ini